Duaperkasateknologi.com — Dengan kemajuan teknologi, semakin banyak orang yang beralih ke gadget untuk membaca buku. Aplikasi e-book dan platform membaca digital menawarkan kenyamanan dan akses mudah ke ribuan judul. Namun, meskipun praktis, membaca buku melalui gadget tidak selalu cocok untuk semua orang. Berikut ini adalah lima alasan mengapa membaca buku di gadget bisa jadi kurang ideal bagi sebagian orang.
1. Gangguan dari Notifikasi dan Aplikasi Lain
Salah satu tantangan terbesar ketika membaca di gadget adalah banyaknya gangguan yang datang dari notifikasi media sosial, pesan, atau aplikasi lain yang aktif di perangkat. Ketika seseorang membaca buku di gadget, sangat mudah tergoda untuk membuka aplikasi lain atau merespons pesan yang masuk. Gangguan ini dapat mengalihkan perhatian pembaca dan merusak konsentrasi, yang tentunya mengurangi kualitas pengalaman membaca. Selain itu, banyaknya informasi yang datang sekaligus dapat membuat pembaca merasa kewalahan dan mengurangi fokus pada bacaan.
2. Kelelahan Mata karena Layar
Membaca buku di layar gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata atau bahkan sakit kepala. Paparan terus-menerus pada cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu kenyamanan visual, terlebih jika gadget yang digunakan memiliki layar kecil atau kurang mendukung kenyamanan mata. Ini bisa menyebabkan ketegangan pada otot mata, yang jika dibiarkan berlarut-larut, dapat mempengaruhi kualitas penglihatan. Hal ini tidak terjadi saat membaca buku fisik, yang tidak menghasilkan cahaya biru yang berpotensi berbahaya.
3. Kurangnya Pengalaman Tactile (Sentuhan) dari Buku Fisik
Bagi sebagian orang, bagian dari kesenangan membaca adalah sensasi fisik memegang buku, membalik halaman, dan menikmati aroma kertas. Hal ini menciptakan pengalaman membaca yang lebih mendalam dan menyenangkan. Buku fisik memberi pengalaman sentuhan yang tidak bisa didapatkan dengan membaca di gadget. Saat membuka halaman baru atau menandai bagian yang ingin dibaca lagi, banyak orang merasa lebih terhubung dengan cerita. Tanpa elemen sentuhan ini, membaca di gadget bisa terasa lebih datar dan kurang memuaskan.
4. Ketergantungan pada Baterai dan Koneksi Internet
Membaca di gadget juga mengharuskan pembaca bergantung pada baterai dan, dalam beberapa kasus, koneksi internet. Jika baterai perangkat habis, atau jika pengguna tidak memiliki akses internet untuk mengunduh buku atau pembaruan, pengalaman membaca bisa terhenti begitu saja. Berbeda dengan buku fisik, yang bisa dibaca kapan saja tanpa tergantung pada daya atau koneksi internet, gadget membatasi fleksibilitas ini. Ini membuat membaca di gadget kurang praktis bagi beberapa orang, terutama jika mereka tidak ingin terikat dengan masalah teknis.
5. Pengaruh Buruk pada Tidur
Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang membantu tidur. Saat membaca buku di gadget di malam hari, cahaya biru dari layar dapat mengganggu pola tidur dan membuat seseorang merasa lebih terjaga, bahkan ketika mereka ingin tidur. Sebaliknya, membaca buku fisik tidak mengandung elemen yang dapat mengganggu tidur, sehingga bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk para pembaca yang ingin memanfaatkan waktu sebelum tidur dengan cara yang lebih santai dan efektif.
Meskipun membaca di gadget memiliki banyak kelebihan, seperti kenyamanan dan aksesibilitas yang tinggi, tidak semua orang merasa cocok dengan cara ini. Gangguan dari notifikasi, kelelahan mata, kurangnya pengalaman sentuhan, ketergantungan pada baterai dan internet, serta gangguan pada kualitas tidur adalah beberapa alasan mengapa buku fisik masih lebih disukai oleh sebagian pembaca. Untuk mendapatkan pengalaman membaca yang optimal, mungkin akan lebih baik jika pembaca mempertimbangkan untuk memilih media baca yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

