FKDM Jatim Soroti Dampak Gadget pada Anak Sekolah

FKDM Jatim Soroti Dampak Gadget pada Anak Sekolah

FKDM Jatim Soroti Dampak Gadget pada Anak Sekolah

Duaperkasateknologi.com — Forum Komunikasi Deradikalisasi Masyarakat (FKDM) Jawa Timur kembali menyoroti fenomena penggunaan gadget di kalangan anak usia sekolah. Dalam beberapa tahun terakhir, gadget menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meskipun memberikan kemudahan dalam belajar dan komunikasi, penggunaan gadget yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun psikologis.

Ketua FKDM Jatim menyampaikan keprihatinannya terkait tingginya intensitas penggunaan gadget di kalangan pelajar. Menurutnya, anak-anak saat ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan layar ponsel atau tablet dibandingkan dengan bermain di luar rumah atau bersosialisasi secara langsung. Hal ini, katanya, dapat memengaruhi perkembangan sosial dan emosional anak.

“Kita harus sadar bahwa gadget bukan musuh, tetapi penggunaannya yang berlebihan bisa berdampak buruk bagi generasi muda,” ujar ketua FKDM Jatim.

Salah satu dampak yang paling terlihat adalah penurunan kemampuan bersosialisasi. Anak-anak yang terlalu sering menggunakan gadget cenderung lebih tertutup dan sulit berinteraksi langsung dengan teman sebaya. FKDM Jatim mencatat adanya peningkatan kasus anak-anak yang mengalami kesulitan membangun hubungan sosial sehat karena terlalu nyaman dengan komunikasi virtual. Selain itu, penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat mengganggu konsentrasi belajar, karena anak mudah terganggu oleh notifikasi dan hiburan digital.

Dari sisi kesehatan, penggunaan gadget yang tidak terkontrol dapat menimbulkan masalah fisik. Anak-anak yang terlalu lama menatap layar berisiko mengalami gangguan penglihatan, postur tubuh yang buruk, hingga masalah tidur. FKDM Jatim menekankan pentingnya orang tua untuk mengatur waktu layar anak, memberikan jeda istirahat, serta memastikan anak tetap aktif bergerak.

“Keseimbangan antara dunia digital dan kegiatan fisik sangat penting untuk pertumbuhan anak,” tambah ketua FKDM.

FKDM Jatim juga menyoroti dampak psikologis dari penggunaan gadget. Paparan konten yang tidak sesuai usia atau interaksi media sosial yang negatif dapat memengaruhi mental anak. Anak-anak rentan terhadap bullying online, perbandingan sosial, dan tekanan untuk selalu “update” di media sosial. Untuk itu, FKDM Jatim mendorong peran aktif orang tua dan guru dalam mengawasi konten yang dikonsumsi anak dan memberikan edukasi literasi digital sejak dini.

Selain itu, FKDM Jatim mengajak sekolah untuk berperan aktif dalam membimbing penggunaan gadget. Program literasi digital dan kegiatan ekstrakurikuler yang menarik di luar layar menjadi solusi untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi. Anak-anak diajarkan bagaimana memanfaatkan gadget untuk belajar dan kreativitas, bukan sekadar hiburan semata. Pendekatan ini diyakini mampu menanamkan kebiasaan positif sejak usia dini.

FKDM Jatim juga menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Orang tua perlu menetapkan aturan penggunaan gadget di rumah, sementara sekolah bisa mengawasi dan menyediakan kegiatan alternatif yang menstimulasi perkembangan anak. Dengan sinergi ini, anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang melek teknologi tetapi tetap sehat, aktif, dan memiliki kemampuan sosial yang baik.

Di tengah kemajuan teknologi, FKDM Jatim mengingatkan bahwa gadget hanyalah alat. Manfaat maupun dampak negatifnya sangat tergantung pada cara penggunaannya. Oleh karena itu, kesadaran dan pengawasan dari orang tua, guru, dan masyarakat menjadi kunci agar anak-anak dapat menggunakan gadget dengan bijak. FKDM Jatim berharap, dengan langkah-langkah ini, anak-anak usia sekolah bisa menikmati manfaat teknologi tanpa mengorbankan kesehatan fisik, mental, dan perkembangan sosial mereka.