Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian

Presiden Prabowo Tinjau Hilirisasi dan Teknologi Pertanian

Duaperkasateknologi.com — Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung perkembangan hilirisasi dan penerapan teknologi pertanian di sejumlah sentra produksi nasional. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan, sekaligus mendorong nilai tambah melalui industrialisasi berbasis sumber daya alam domestik.

Dalam agenda peninjauan tersebut, Presiden melihat langsung proses produksi dari hulu ke hilir. Mulai dari aktivitas budidaya, pengolahan hasil panen, hingga pemanfaatan teknologi modern yang diterapkan petani dan pelaku usaha. Prabowo menekankan bahwa pertanian tidak lagi bisa dikelola dengan cara lama, melainkan harus mengadopsi inovasi agar mampu bersaing dan berkelanjutan.

Hilirisasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Selama ini, banyak komoditas pertanian Indonesia dijual dalam bentuk bahan mentah, sehingga nilai ekonominya belum optimal. Melalui hilirisasi, hasil pertanian diolah menjadi produk setengah jadi atau jadi, yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Presiden menilai langkah ini penting untuk meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat industri nasional.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo berdialog dengan petani dan pelaku usaha agribisnis. Ia mendengarkan langsung berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari akses permodalan, stabilitas harga, hingga ketersediaan sarana produksi. Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir untuk memberikan solusi konkret, bukan sekadar kebijakan di atas kertas.

Selain hilirisasi, penerapan teknologi pertanian juga menjadi sorotan. Presiden melihat penggunaan alat dan mesin pertanian modern, sistem irigasi berbasis teknologi, serta pemanfaatan digitalisasi dalam pengelolaan lahan dan distribusi hasil panen. Teknologi dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, serta mengurangi ketergantungan pada faktor cuaca.

Prabowo menilai modernisasi pertanian merupakan kunci untuk menarik minat generasi muda. Selama ini, sektor pertanian kerap dianggap kurang menjanjikan oleh anak muda. Dengan teknologi, pertanian dapat dikelola secara lebih profesional, berbasis data, dan memberikan keuntungan yang kompetitif. Presiden mendorong agar program pertanian modern melibatkan petani milenial dan generasi Z secara aktif.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyoroti pentingnya riset dan inovasi. Pengembangan benih unggul, pupuk ramah lingkungan, serta teknologi pascapanen harus terus ditingkatkan. Pemerintah, menurutnya, perlu memperkuat sinergi antara lembaga riset, perguruan tinggi, dan dunia usaha agar inovasi dapat langsung diterapkan di lapangan.

Hilirisasi pertanian juga dipandang sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan industri pengolahan yang kuat di dalam negeri, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga berpeluang menjadi eksportir produk pertanian bernilai tambah. Presiden menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari kedaulatan negara yang tidak boleh bergantung pada impor.

Dalam dialognya dengan para petani, Prabowo menekankan pentingnya stabilitas harga. Ia menyadari bahwa fluktuasi harga sering merugikan petani, terutama saat panen raya. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat peran offtaker, BUMN pangan, serta koperasi untuk menyerap hasil panen dengan harga yang wajar. Hilirisasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi tekanan harga di tingkat petani.

Presiden juga meninjau langsung fasilitas pengolahan hasil pertanian, seperti pabrik penggilingan, pengolahan pangan, dan unit penyimpanan modern. Ia mengapresiasi pelaku usaha yang berani berinvestasi di sektor ini, sekaligus menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan melalui kemudahan perizinan, insentif, dan kebijakan yang kondusif.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Prabowo mengingatkan agar modernisasi pertanian tetap memperhatikan aspek lingkungan. Penggunaan teknologi harus diarahkan untuk mengurangi limbah, menjaga kesuburan tanah, dan mengelola sumber daya air secara bijak. Pertanian berkelanjutan dinilai penting agar generasi mendatang tetap dapat menikmati hasil bumi Indonesia.

Kunjungan ini juga menjadi sinyal kuat bahwa sektor pertanian akan menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional ke depan. Presiden menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan dunia, asalkan dikelola dengan serius dan terintegrasi. Hilirisasi dan teknologi menjadi dua pilar utama untuk mewujudkan visi tersebut.

Di akhir peninjauan, Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, sektor pertanian Indonesia dapat naik kelas. Ia mengajak petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah daerah untuk bergerak bersama. Menurutnya, pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, tetapi menyangkut hajat hidup rakyat dan masa depan bangsa.

Melalui peninjauan langsung ini, pemerintah ingin memastikan bahwa kebijakan hilirisasi dan modernisasi pertanian benar-benar berjalan di lapangan. Dengan pendekatan yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir, Presiden berharap sektor pertanian mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.