Duaperkasateknologi.com — Sebagian wilayah Kota Medan tengah mengalami banjir pada Kamis, 27 November 2025, akibat curah hujan tinggi yang melanda daerah tersebut sejak Rabu (26/11) hingga Kamis pagi. Hujan deras yang berlangsung selama dua hari berturut-turut menyebabkan peningkatan volume air di sejumlah sungai, sehingga beberapa kawasan di kota ini tergenang.
Wilayah Terdampak Banjir di Medan
Berdasarkan laporan terkini, banjir melanda beberapa wilayah yang berada di sekitar aliran sungai. Sungai yang tidak mampu menampung tingginya volume air menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Sungai yang terdampak antara lain Sungai Deli, Sungai Babura, dan Sungai Belawan. Air yang meluap dari sungai tersebut menggenangi pemukiman warga, jalan raya, hingga fasilitas umum di sekitarnya. Beberapa kecamatan yang paling terdampak adalah kawasan Medan Helvetia, Medan Sunggal, Medan Kota, dan Medan Belawan.
Di Medan Helvetia, genangan air mencapai sekitar 50–70 cm, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat kesulitan melintas. Sedangkan di Medan Belawan, beberapa rumah warga terendam air setinggi 40–60 cm, memaksa penghuni memindahkan barang-barang berharga ke tempat lebih tinggi. Banjir ini juga berdampak pada aktivitas masyarakat. Sekolah-sekolah sempat diliburkan sementara, dan sejumlah jalan utama mengalami kemacetan panjang karena tergenang air. Transportasi umum juga terganggu, termasuk bus kota dan angkutan online, karena beberapa ruas jalan tidak dapat dilalui.
Penyebab Banjir
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan deras yang melanda Sumatera Utara, termasuk Kota Medan, terjadi karena Siklon Tropis 95B dan Siklon Tropis KOTO. Kedua siklon tersebut meningkatkan curah hujan secara signifikan di wilayah ini, sehingga menyebabkan hujan deras dan berkepanjangan. Selain faktor cuaca, kondisi sungai di Medan juga menjadi penyebab banjir. Beberapa sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan sampah, sehingga kapasitas tampung air berkurang.
Ketika hujan deras mengguyur, volume air yang masuk ke sungai lebih besar daripada kapasitasnya, sehingga air meluap ke daratan. BMKG menambahkan bahwa banjir di Medan merupakan kombinasi dari curah hujan tinggi dan kondisi sungai yang tidak optimal. Oleh karena itu, upaya pengendalian banjir jangka panjang diperlukan, termasuk normalisasi sungai, pembuatan sumur resapan, serta penataan drainase kota agar dapat menampung air hujan secara efektif.
Dampak dan Tindakan Penanganan
Banjir yang terjadi pada Kamis pagi menyebabkan berbagai dampak bagi masyarakat dan aktivitas kota. Warga yang tinggal di daerah rawan banjir terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, termasuk rumah kerabat atau posko darurat. Beberapa fasilitas publik, seperti sekolah, pasar, dan pusat perbelanjaan, mengalami gangguan operasional. Pemerintah Kota Medan dan BPBD setempat segera melakukan evakuasi warga terdampak serta memberikan bantuan berupa makanan, obat-obatan, dan air bersih.
Selain itu, petugas juga memantau tanggul dan aliran sungai untuk mencegah banjir bertambah parah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan rawan banjir. Warga diharapkan selalu mengikuti informasi cuaca dari BMKG dan memperhatikan peringatan dini agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
Banjir yang melanda sebagian wilayah Kota Medan pada akhir November 2025 menjadi peringatan penting mengenai dampak cuaca ekstrem. Hujan deras akibat siklon tropis, dikombinasikan dengan kondisi sungai yang tidak optimal, menimbulkan banjir dan gangguan aktivitas masyarakat.
Penanganan jangka panjang, termasuk normalisasi sungai, perbaikan drainase, dan pengelolaan sampah, menjadi kunci untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait perlu bekerja sama untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, agar dampak hujan ekstrem dapat diminimalkan dan keamanan warga tetap terjaga.
