Studi Ungkap Teknologi Lawas Panel Surya Justru Lebih Awet

Studi Ungkap Teknologi Lawas Panel Surya Justru Lebih Awet

Studi Ungkap Teknologi Lawas Panel Surya Justru Lebih Awet

Duaperkasateknologi.com — Sebuah studi internasional baru-baru ini menarik perhatian dunia energi terbarukan setelah menemukan bahwa panel surya generasi awal yang dipasang di akhir 1980‑an dan awal 1990‑an masih beroperasi secara stabil lebih dari 30 tahun kemudian. Temuan ini mengejutkan banyak pihak karena bertentangan dengan asumsi umum bahwa panel surya hanya tahan sesuai masa garansi pabrikan, yaitu sekitar 25–30 tahun.

Penelitian tersebut melibatkan enam sistem fotovoltaik (PV) yang dipasang di berbagai wilayah geografis di Swiss dari lembah dengan iklim sedang hingga daerah pegunungan Alpen yang bersalju. Menariknya, rata‑rata degradasi kinerja panel hanya sekitar 0,24 persen per tahun, jauh di bawah tingkat degradasi yang sering dilaporkan dalam literatur teknis. Akibatnya, sebagian besar panel masih mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas daya awalnya setelah tiga dekade pemakaian. Temuan ini tidak hanya terjadi di Swiss. Hasil uji serupa di Prancis oleh organisasi nirlaba energi terbarukan juga menunjukkan bahwa panel surya atap yang dipasang pada 1992 masih beroperasi pada hampir 80 persen kapasitas awal setelah 31 tahun.

Mengapa Panel Lawas Tahan Lama?

Salah satu faktor kunci adalah kualitas material sel surya dan metode produksi pada era tersebut. Panel yang dibuat pada akhir abad ke‑20 umumnya menggunakan sel silikon kristalin dengan desain yang sederhana namun kokoh, serta kaca dan lapisan pelindung yang sangat tebal. Material tersebut membentuk struktur yang kuat terhadap faktor lingkungan seperti suhu ekstrem, hujan asam, dan paparan UV yang intens. Beberapa analis berpendapat bahwa perusahaan pada waktu itu cenderung memprioritaskan ketahanan fisik lebih dari efisiensi maksimum, karena teknologi manufaktur belum semaju sekarang ini. Dengan demikian, meskipun efisiensi konversi energi mereka jauh lebih rendah dibandingkan panel modern (sekitar 10–15 persen dibandingkan 20–25 persen atau lebih untuk panel masa kini), ketahanan strukturalnya justru unggul.

Perbandingan dengan Panel Modern

Di sisi lain, panel surya modern terus mengalami peningkatan efisiensi dan performa melalui teknologi seperti monocrystalline silicon, PERC (Passivated Emitter Rear Cell), dan bahkan modul bifacial yang dapat menangkap cahaya di kedua sisi panel. Modernisasi ini menurunkan degradasi menjadi sekitar 0,3–0,6 persen per tahun menurut laporan proyek lifetime modul PV terbaru, dan memberikan output energi yang jauh lebih tinggi dalam jangka penadek sampai menengah. Namun, meskipun panel terbaru lebih efisien, tingkat degradasinya tidak selalu lebih rendah secara signifikan dibandingkan beberapa panel lawas yang diuji. Hal ini menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, panel lawas dengan desain sederhana dan material berkualitas tinggi bisa bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan banyak pihak.

Konsekuensi Studi bagi Industri Energi Surya

Temuan tersebut memiliki beberapa implikasi penting bagi industri energi terbarukan:

1. Paradigma Umur Panel Perlu Direvisi
Selama ini, banyak produsen dan pemangku kebijakan menggunakan angka 25–30 tahun sebagai standar umur panel surya. Studi menunjukkan bahwa beberapa panel bisa berfungsi optimal lebih lama, sehingga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana merencanakan masa pakai, garansi, dan strategi pemeliharaan sistem PV jangka panjang.

2. Nilai Ekonomi Jangka Panjang Lebih Tinggi
Jika panel dapat mempertahankan kapasitas tinggi melebihi 30 tahun, proyek solar akan memiliki nilai ekonomi lebih besar, karena investasi awal dapat menghasilkan listrik lebih lama dari perkiraan semula. Ini dapat mempercepat pengembalian modal dan meningkatkan daya tarik investasi di sektor ini.

3. Tantangan pada Daur Ulang dan Limbah
Masa pakai panel yang lebih panjang juga berarti jumlah panel yang masuk ke fase end‑of‑life mungkin lebih sedikit dalam jangka pendek. Namun, ini justru menambah kompleksitas masalah daur ulang di masa depan ketika akhirnya panel‑panel ini benar‑benar harus dibongkar. Menyusun strategi daur ulang yang efisien akan menjadi tantangan baru bagi industri.

Studi ini menawarkan perspektif baru tentang bagaimana kita memandang teknologi panel surya lawas. Meskipun panel baru menawarkan efisiensi lebih tinggi dan fitur yang lebih canggih, panel lawas menunjukkan ketahanan luar biasa yang tak terduga. Temuan ini mengingatkan bahwa dalam upaya mencapai energi bersih dan berkelanjutan, bukan hanya efisiensi yang penting  ketahanan dan umur panjang juga menjadi faktor kunci untuk mencapai dampak jangka panjang yang berarti.